Sunday, March 13, 2016

Berbagai Jenis besi coran kegunaan besi tulang bangunan

Besi cor merupakan salah satu jenis logam tertua dan murah yang pernah ditemukan umat manusia di antara sekian banyak logam yang ada. Logam ini memiliki banyak aplikasi, sekitar 80 persen mesin kendaraan terbuat dari besi cor. Besi cor pada dasarnya merupakan paduan eutektik dari besi dan karbon. Dengan demikian temperature lelehnya relative rendah, sekitar 1200 celcius. Temperature leleh yang rendah sangat menguntungkan, karena mudah dicairkan, sehingga pemakaian bahan bakar atau energy lebih hemat dan murah. Selain itu dapur peleburan dapat di bangun dengan lebih sederhana.
Besi cor merupakan paduan Besi-Karbon dengan kandungan C diatas 2% (pada umumnya sampai dengan 4%). Paduan ini memiliki sifat mampu cor yang sangat baik namun memiliki elongasi yang relatif rendah. Oleh karenanya proses pengerjaan bahan ini tidak dapat dilakukan melalui proses pembentukan, melainkan melalui proses pemotongan (pemesinan) maupun pengecoran.

Dalam perhitungan struktur bangunan maupun pembuatan bestat besi diperlukan data berat per m sehingga dapat dihitung total berat struktur yang akan dihitung atau jumlah besi dalam kg yang harus dibeli untuk melaksanakan sebuah kegiatan pembangunan struktur beton bertulang.   Harga besi yang terkadang naik sehingga membuat biaya pembangunan melonjak dapat dihemat dengan cara menghitung struktur bangunan yang menggunakan besi sedikit mungkin namun tetap kuat dan bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Berikut ini tabel berat besi yang dapat digunakan untuk menghitung volume besi atau struktur besi. atau download dokumen lengkap perhitungan beban yang mampu ditopang untuk tulangan dengan design besi yang disunakan disini sumber : ilmusipil.com





Berdasarkan bentuknya, baja tulangan beton dibedakan menjadi 2 (dua) jenis yaitu


  1. baja tulangan beton polos
  2. baja tulangan beton sirip (ulir). 


BAJA TULANGAN POLOS
Baja tulangan beton polos adalah baja tulangan beton berpenampang bundar dengan permukaan rata tidak bersirip, disingkat BjTP.


BAJA TULANGAN SIRIP/ULIR
Baja tulangan beton sirip adalah baja tulangan beton dengan bentuk khusus yang permukaannya memiliki sirip melintang dan rusuk memanjang yang dimaksudkan untuk meningkatkan daya lekat dan guna menahan gerakan membujur dari batang secara relatif terhadap beton, disingkat BjTS.


         Syarat Penandaan, Setiap batang baja tulangan beton diberi tanda(marking) dengan huruf timbul yang menunjukkann inisial pabrik pembuat serta ukuran diameter nominal. Setiap batang baja tulangan beton diberi tanda pada ujung-ujung penampangnya dengan warna yang tidak mudah hilang sesuai dengan kelas baja seperti. Setiap kemasan, diberi label dengan mencantumkan: Nama atau nama singkatan dari pabrik pembuat, warna, nomor lembaran (No. Heat), nomor seri produksi dan tanggal produksi, nomor SNI.
        Tanda untuk kelas baja tulangan beton.
  • Kelas baja BjTP 24 dengan warna hitam, 
  • Kelas baja BjTP 24 dengan warna hitam, 
  • Kelas baja BjTP 24 dengan warna Hitam, 
  • Kelas baja BjTP 30 & BjTS 30 dengan warna Biru, 
  • Kelas baja BjTS 35 dengan warna Merah,
  • Kelas baja BjTS 40 dengan warna Kuning, 
  • Kelas baja BjTS 50 dengan warna Hijau. 
Berikut merupakan spesifikasi baja ulir yang tersedia dipasaran yang biasa digunakan sebagai cakar ayam maupun beton tulangan

DESIGNATIONNominal Diameter (mm)Section Area (Cm2)Unit Weight (Kg/M)




S (D) 10100.7850.617
S (D) 13131.3271.042
S (D) 16162.0011.578
S (D) 19191.8342.226
S (D) 22223.8002.984
S (D) 25254.9063.853
S (D) 29296.6025.185
S (D) 32328.0386.313






PEMILIHAN BESI TULANGAN BANGUNAN RUMAH YANG KUAT & BERSTANDAR NASIONAL
Dilihat dari merek besi yang digunakan (udah ber-standarSNI belum??)
Salah satu hal yang bisa Anda lakukan untuk mengetahui besi beton yang berkualitas ialah dengan meneliti dari merek besi. Perhatikan merek yang terdapat pada permukaan besi apakah bermerek Krakatau Steel, Master Steel, atau Cakratunggal Steel. Ketiga merek tersebut pada dasarnya sudah termasuk bagus karena telah sesuai dengan Standar Nasional Indonesia.
Di samping itu, terdapat dua jenis besi beton yang umumnya digunakan, yakni besi beton ulir dan polos. Cukup mudah membedakan kedua jenis besi beton tersebut, di mana besi beton ulir memiliki sirip sedangkan besi beton polos hanya licin dan bentuknya tetap polos. Besi beton ulir relatif sulit dibentuk, misalnya dibengkokkan karena tegangannya cukup tinggi, sedangkan besi beton polos lebih mudah. Artinya, besi beton ulir memiliki kualitas lebih bagus dibandingkan polos. Penjelasan detail mengenai teknik pemilihan besi baja beton bertulang dijelaskan pada artikel dibawah

  1. Sifat tampakBaja tulangan beton tidak boleh menganudng serpihan, lipatan, retakan, cema (luka pd besi beton yang terjadi karena proses cenai) yang dalam dan hanya diperkenankan berkara ringan pada permukaan.
  2. BentukBesi tulangan polos, permukan batang baja tulangan beton harus tidak bersirip
    Baja Tulangan Beton Sirip (Defom)
Baja Tulangan Sirip (defom)

Baja tulangan beton sirip (defom) harus mempunyai sirip yang teratur. Setiap batang diperkenankan mempunyai rusuk memanjang yang sejajar dan sejajar dengan sumbu batang, serta sirip-sirip lainya dengan arah melintang sumbu batang.

Sirip-sirip melintang sepanjang batang baja tulangan beton harus terletak pada jarak yang teratur. Serta mempunyai bentuk dan ukuran yang sama. Bila diperlukan tanda atau huruf-huruf pada permukaan baja tulangan beton, maka sirip melintang pada posisi di mana angka atau huruf dapat di abaikan. Sirip melintang tidak boleh membentuk sudut kurang dari 45 derajat terhadap sumbu batang, apabila membentuk sudut antara 45 sampai dengan 75derajat, arah sirip melintang pada satu sisi atau kedua sisi dibuat berlawanan. Bila sudutnya di atas 70derajat arah berlawanan tidak diperlukan


Dilihat dari segi harga pasaran
Sudah menjadi hukum ekonomi di negeri kita bahwasanya harga dapat mempengaruhi kualitas barang. Tentu saja, melalui harga Anda juga dapat meneliti besi beton dengan maksimal. Besi beton yang ditawarkan dengan harga tinggi tentunya lebih mahal dibandingkan besi beton biasa karena proses produksinya lebih maksimal. Namun, bukan berarti besi beton yang ditawarkan dengan harga murah kualitasnya tidak bagus, harga besi beton bisa saja berubah kapan saja termasuk pada saat perusahaan sedang memberikan promo.
Dilihat dari segi diameter besi sebenarnya
Selain kedua hal di atas, upaya untuk mengetahui jenis besi beton yang berkualitas juga bisa Anda ketahui melalui ukuran besi, baik itu diameter maupun panjangnya. Jika besi beton yang Anda pilih diameternya berukuran 10 mm, maka pastikan dengan baik diameter besi 10 mm, atau 9.9 mm. Begitu juga dengan panjang besi, misalnya 10 m, Anda juga perlu memastikan bahwa besi yang Anda pilih ukurannya 10 m. Namun, bila besi yang Anda pilih ternyata memiliki diameter 8.5 mm dan panjang 9 m, bukan tidak mungkin besi yang Anda pilih sudah tidak sesuai dengan standart SNI. So, meskipun hal tersebut cukup rumit, tetap penting dipastikan agar tidak salah pilih. 

Ukuran dan Toleransi Besi Tulangan Beton
Ukuran baja tulangan polos adalah sebagai berikut :



Ukuran baja tulangan sirip atau deform sebagai berikut :



Toleransi diameter pada masing-masing baja tulangan beton adalah :


Toleransi berat pada masing-masing baja tulangan beton adalah:

Diameter Nominal
Toleransi
(mm)
(%)
6 s/d 8
± 7
10 s/d 11
± 6
16 s/d 28
± 5
> 28
± 4


Memilih besi beton secara jeli dan teliti menjadi suatu keharusan agar bisa mendapatkan besi beton yang tepat. Walaupun sedikit rumit dan membutuhkan kesabaran yang ekstra, akan tetapi hal tersebut dapat memberikan kenyamanan Anda di masa depan, di mana bangunan yang didirikan bisa bertahan seperti yang diharapkan. 



Sifat fisik Besi Beton (Beton Bertulang)


Beton tak bertulang sangat kuat terhadap tekanan dan sangat lemah terhadap tarikan dan lenturan. Bahkan di dalam asumsi perhitungan beton kekuatan tariknya diabaikan artinya sebenarnya beton tidak punya kekuatan tarik, dia hanya punya kekuatan tekan saja. Sedangkan besi tulangan / baja tulangan beton (banyak disebut orang besi beton, sebagian orang menyebut besi stal) adalah material yang sangat kuat terhadap tarik maupun lentur akan tetapi dengan ukuran besi beton yang ada pada kita, material tersebut sangat lemah terhadap tekanan. Nah sekarang ketahuankan kenapa 2 spesies material ini harus dikawinkan. 

Perkawinan antara beton dengan besi beton ini akan melahirkan spesies baru bernama beton bertulang (orang barat sering menyebutnya dengan reinforcement concrete). Nah peranakan keduanya mempunyai sifat indukya di mana beton bertulang mempunyai sifat material yang tahan terhadap tekanan (tidak salah lah kalau dikatakan keras), kuat terhadap gaya tarik dan juga kuat terhadap gaya lentur. Selain penulangan beton tadi untuk menghasilkan kekuatan tarik dan lentur yang baik, tulangan beton juga menghilangkan retak pada beton.

Beton bertulang pada prinsipnya ketika digunakan dalam konstruksi rumah terdapat dua gaya yang bekerja padanya, gaya tekan dan gaya tarik. Lihat ya ilustrasi gambar 23.1




Gaya tekan diantisipasi oleh beton, sedangkan gaya tarik dan gaya lintang diantisipasi oleh baja tulangan beton. Maka dalam sebuah konstruksi, beton bertulang ini sudah memenuhi syarat untuk digunakan.

Secara bersama-sama sebenarnya kombinasi besi beton, beton dan lekatan antara keduanya ini yang menjadikan faktor penentu utama kekuatan beton (beton bertulang).Lekatan antara besi beton dan beton dipengaruhi oleh : 


  1. Bentuk dan Tegangan Leleh Besi Beton 
    Semakin kasar bentuk besi beton, maka lekatan antara besi beton dan beton semakin baik. Besi beton yang kasar yang dimaksud dalam hal ini adalah besi beton bersirip (deform). Artinya kelau ditanya bagusmana besi beton yang polos dengan besi beton yang bersirip, ya tentu saja baik yang pakai sirip dong.
Sedangkan tegangan leleh beton disebut dengan kekuatan besi beton. Satuan yang digunakan adalah Mpa. Terdapat 2 jenis pembagian yaitu Baja Tulangan Polos (BJTP) dengan tegangan leleh sebesar 240 Mpa dan Baja Tulangan Deform (BJTD) dengan tegangan leleh sebesar 400 Mpa
Mutu Beton

Semakin baik mutu betonya, maka semakin baik kuat tekan beton tersebut (semkin keras) dan lekatan antara beton dan besi betonya juga semakin baik. Nah ini sebabnya kenapa mutu beton itu penting.

1 comments so far

This comment has been removed by the author.

Komentar yang baik atau diam!
EmoticonEmoticon