Rabu, 23 Maret 2016

Jenis kayu se-indonesia paling kuat untuk bangunan

Penggunaan kayu yang saat ini sudah mulai ditinggalkan masyarakat memang sejatinya harus mulai terus menerus ditingkatkan. Kayu yang sejatinya merupakan atau berasal dari pohon, yangmana pohon akan lebih berguna jikalau kita benar-benar digunakan sebagai tugas utamanya yakni sebagai penguat struktur tanah dan penghasil oksigen bagi manusia se-dunia.

Namun tidak dipungkiri penggunaan kayu masih tetap menjadi primadona, khususnya pada area yang masih terdapat banyak hutan lebat disekitaran lingkungannya. Misalnya pada pulau kalimantan, pulau sumatera dan pulau papua. Karena kayu merupkan hasil hutan dari sumber kekayaan alam, yang sudahdiketahui seluruh SDA akan ada masa habisnya. Merupakan bahan mentah yang mudah diproses untuk dijadikan barang sesuai kemajuan teknologi.


Pengertian kayu disini ialah sesuatu bahan, yang diperoleh dari hasil pemungutan pohon-pohon di hutan, yang merupakan bagian dari pohon tersebut, setelah diperhitungkan bagian-bagian mana yang lebih banyak dapat dimanfaatkan untuk sesuatu tujuan pengunaan. Baik berbentuk kayu pertukangan, kayu industry maupun kayu bakar.

Indonesia memiliki sekitar 4.000 jenis pohon, yang berpotensi untuk digunakan sebagai kayu bangunan. Akan tetapi hingga saat ini hanya sekitar 400 jenis (10%) yang memiliki nilai ekonomi dan lebih sedikit lagi, 260 jenis, yang telah digolongkan sebagai kayu perdagangan. (wikipedia)
Berikut ini adalah daftar nama-nama kayu atau kelompok kayu menurut nama perdagangannya, sesuai dengan Lampiran Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 163/Kpts-II/2003 tanggal 26 Mei 2003 tentang Pengelompokan Jenis Kayu Sebagai Dasar Pengenaan Iuran Kehutanan; dengan beberapa penyesuaian yang bisa dilihat disini 
Kayu mungkin akan tetap selamanya digunakan secara terus menerus oleh manusia, khususnya sebagai bahan bangunan. Beberapa alasan yang menjadikan kayu yang masih unggul jika dibandingkan dengan bahan lain seperti baja ringan, besi baja, alumunium, zinc alumunium, dsb adalah sbb:
  • Kayu mudah dalam pengerjaan, bisa dibuat atau dibentuk sesuai keinginan, misalkan saja untuk ukiran, desain kusen, dll. Selain itu, kayu juga mudah untuk dipaku, dibaut, dan direkatkan
  • Kualitas kayu bisa dilihat secara visual, misalkan saja bila terjadi cacat kayu dapat diketahui secara kasat mata.
  • Kayu lebih tahan terhadap tekanan dan lenturan.
  • Dengan adanya bermacam jenis kayu, maka kayu memiliki tekstur yang baik dan indah.
  • Kayu memiliki berat jenis yang cukup ringan sehingga bisa mengapung dan sifat resonansinya.
  • Kayu dapat diubah menjadi bentuk pulp (bubur kayu), dan bisa diolah untuk dijadikan bahan produk lainnya, misal untuk bahan baku pembuatan kertas.
Sedangkan kekurangan atau kelemahan material kayu diantaranya adalah:
  • Tidak tahan api, sehingga kayu mudah terbakar, apalagi kalau dalam kondisi kering.
  • Kayu tidak dapat dimanfaatkan secara keseluruhan sehingga sisa penggunaan kayu hanya menjadi limbah.
  • Untuk pekerjaan tertentu (yang besar atau lebar), kayu tidak bisa menutup secara keselurahan karena terbatasnya diameter kayu. Biasanya untuk menyikapi hal ini kayu harus disambung atau diperlebar/perbesar.
  • Kayu mudah diserang oleh serangga pemakan kayu seperti rayap atau serangga lainnya.
  • Kayu mengandung air dan berpengaruh besar terhadap bentuk kayu. Kayu yang belum kering biasanya masih mengalami penyusutan atau perubahan bentuk, oleh karena itu kayu harus dikeringkan sebelum digunakan.
  • Kayu bersifat higroskopis, dan sensitif terhadap kelembaban. 
Banyaknya jenis kayu yang digunakan sebagai bahan bangunan pastinya memerlukan spesifikasi khusus untuk digunakan sebagai kayu bangunan. Yang dimaksud kayu bangunan adalah kayu olahan yang diperoleh dengan jalan mengkonsversikan kayu bulat menjadi kayu berbentuk balok, papan ataupun bentuk-bentuk lain yang sesuai dengan tujuan penggunaannya. Secara umum kayu yang digunakan sebagai bahan bangunan terbagi menjadi 3 bagian yakni :
  1. KAYU BANGUNAN STRUKTURALIalah kayu bangunan untuk digunakan dalam struktur Bangunan. Mutu kayu bangunan struktur berdasarkan cacat-cacat ada dibedakan 2 (dua) macam mutu yaitu A dan B dengan persyaratan pada tabel
  2. KAYU BANGUNAN NON STRUKTURALIalah Kayu Bangunan untuk digunakan dalam bagian bangunan yang tidak berfungsi sebagai struktur Bangunan. Mutu kayu bangunan non struktur ditentukan atas dasar cacat-cacat yang ada dengan dengan batas-batas cacat maksimum sebagai berikut pada tabel
  3. KAYU BANGUNAN KEPERLUAN LAINialah Kayu Bangunan yang tidak termasuk kedua golongan tersebut diatas, tetapi dapat dipergunakan sebagai bahan bangunan penolong ataupun bangunan sementara. Mutu kayu untuk keperluan lain ditentukan atas dasar cacat-cacat yang ada pada kayu tersebut. Kayu bangunan yang mempunyai cacat yang melebihi dari persyaratan untuk mutu kayu bangunan struktur dan non struktur dimasukan sebagai kayu bangunan untuk keperluan lain
biasanya kayu yang digunakan sebagai kayu bangunan dipotong dalam ukuran potongan tertenntu yang sesuai dengan permintaan masyarakat. Tipe ukuran potongan kayu yang digunakan masyarakat pada umumnya dibedakan menjadi beberapa jenis
  1. KAYU BALOK
    adalah balok dari bahan kayu yang digergaji berbentuk segi empat dan memiliki siku-siku yang dengan ukuran tebal 6-8 cm dan lebar 12-15 cm, kayu balok biasanya digunana untuk bangunan struktural seperti kudakuda atap, kusen, dsb
  2. KAYU GALAR
    adalah kayu yang digergaji berbentuk segi empat dan memiliki ukuran lebih kecil dari balok yaitu dengan ukuran tebal 5 cm dan lebar 10 cm,
  3. KAYU PAPAN
    adalah kayu yang digergaji dengan ukuran tebal 2-4 cm dan lebar 10-30 cm, biasanya kayu papan digunakan untuk alas pengecoran karena ketahanannya lebih kuat dibandingkan papan triplek
  4. KAYU KASO
    adalah kayu gergajian  yang umumnya berukuran 4 cm x 6 cm, 5 cm x 7 cm dan 4 cm x 8 cm dan kayu kaso biasanya digunan unruk dudukan plafon / langit-langit rumah, bekisting beton coran, dll
  5. KAYU RENG
    adalah kayu gergajian yang digunakan untuk bangunan yang umumnya memiliki ukuran 2 cm x 3 cm dan 3 cm x 4 cm . kayu reng biasanya digunakan untuk dudukan genteng

Kayu yang dijual di toko bangunan biasanya ada yang dijual per m3 dan ada juga yang dijual batangan.Ukuran kayu yang dijual pada umumnya memiliki panjang 4 meter walaupun kadang-kadang ada yang kurang dari 4 meter.

Untuk menghitung atau menentukan jumlah batang kayu per m3 yaitu didasarkan pada asumsi bahwa panjang kayu 4 meter serta ukuran kayunya.Contohnya untuk menghitung jumlah batang kayu kaso ukuran 4×6 artinya ukuran besarnya kayu 4cmx6cm dalam 1m3.

Caranya yaitu 1.000.000 dibagi 400 dibagi 4 dibagi 6 hasilnya adalah 104 batang.1m3 berasal dari 1mx1mx1m setara dengan 100cmx100cmx100cm=1.000.000cm3














Berdasarkan Jenis kayu bangunan yang sering digunakan oleh masyarakat dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis yang diantaranya :

1. KAYU JATI

Jenis kayu jati ini sering terkenal karena kekuatannya yang tinggi dibanding dengan kayu lain pada ummnya. Selain itu, kayu ini mempunyai serat dan tekstur yang indah, tahan terhadap rayap, jamur, dan serangga. Tipe kayu ini lebih sering digunakan untuk pekerjaan furniture seperti pintu, jendela, dan meja kursi. Kini masyarakat sudah yang banyak mengetahui dan menggunakan untuk keperluan interior mebel. Adapun ciri-ciri kayu jati adalah sebagai berikut.
  1. Memiliki kekuatan dan keawetan yang sangat baik
  2. Berwarna coklat muda hingga coklat tua
  3. Mudah dipotong – potong dan mudah diolah menjadi banyak produk
  4. tidak mudah berubah bentuk akibat perubahan cuaca.
  5. Memiliki bobot yang berat dan kokoh
Jenis-jenis kayu untuk konstruksi biasanya mempunyai harga yang dipengaruhi dari asal, ukuran dan kriteria batasan kualitas kayu yang ditoleransi, seperti: ada mata sehat, ada mata mati, ada doreng, ada putih. Penentuan kualitas jenis kayu jati yang diinginkan seharusnya mempertimbangkan type aplikasi finishing yang dipilih. Selain melindungi kayu dari kondisi luar, finishing pada kayu tersebut diharapkan dapat memberikan nilai estetika pada kayu tersebut dengan menonjolkan kelebihan dan kekurangan kualitas kayu tersebut. Kayu jati juga biasanya di ginishing dengan bahan yang menonjolkan kelebihan kayu jenis ini, yakni serat dan tekstur yang sangat indah dipandang.

Jenis Kayu jati berasal dari pohon jati yang memiliki ukuran yang besar, yang bisa tumbuh hingga ketinggian 30-40 meter. Jati merupakan jenis pohon yang memiliki daun yang lebar-lebar dan memiliki ciri khas, dengan daunnya yang gugur ketika mengering. Pohon jati sendiri merupakan jenis pohon yang tumbuh pada daerah hutan hujan tropis yang bersuhu antara 27-37 derajat. Penggunaan untuk konstruksi bangunan diantaranya untuk bantalan kereta api dan kontruksi kuda-kuda atap serta struktur jembatan pada jaman dahulu.
2. KAYU KELAPA
jenis-jenis kayu untuk konstruksi memang banyak sekali karena Indonesia sendiri kaya akan hutan tropis yang terdapat berbagai macam variasi. Di jawa sendiri terdapat kayu glugu atau kelapa yang sudah biasa digunakan untuk kontruksi bangunan seperti membat kanopi teras, bahkan untuk rangka atap. Jenis kayu glugu ini sering digunakan pada proyek gedung untuk membuat bekisting balok (gelagar, sekor, suri-suri). Kayu kelapa yang baik adalah yang sudah berumur 60tahun!, bayangkan butuh 60tahun untuk menghasilkan kayu yang berkualitas, jadi, kayu kelapa muda biasanya banyak digunakan sebagai papan coran karena pertumbuhannya yang cepat dan harganya cukup terjangkau

kayu kelama memiliki serat dan tekstur yang berbeda dengan jenis-jenis kayu lainnya karena memiliki serat yang jelas dan lurus. Jika anda berniat untuk menggunakan kayu glugu sebagai rangka kanopi ekspos sebaiknya dilapisi dengan cat akrilik agar seratnya tetap terlihat. Pilihlah kayu glugu dengan kelas no.1 sehingga lebih awet. 

3. KAYU KAMPER
jenis-jenis kayu yang lain untuk konstruksi bangunan adalah kayu kamper. kayu kamper sering disebut dengan kayu borneo. jenis material alam ini mempunyai serat dan tekstur yang indah. Biasa digunakan untuk pembuatan kusen pintu maupun jendela walaupun kekuatannya tidak sebaik dengan kayu jati. Alasan sering digunakan untuk kusen adalah jenis kayu ini tidak disukai rayap dan serangga lainnya sehingga sangat cocok digunakan sebagai material furniture. Dinamakan kamper karena ketahanan terhadap serangga yang tinggi namun tidak sekuat kayu jati. dari sisi harga juga kayu kamper jauh lebih murah dengan kualitas kayu yang halus permukaannya. Kayu kamper sangat jarang digunakan sebagai penyangga struktur bangunan atau dalam bentuk batang panjang karena kayu jenis ini memiliki kekurangan yakni akan mengembang jika digunakan dalam jangkawaktu lama.

 Secara umum kayu kamper dibagi dalam 3 kategori yang dijual dipasaran.
  • Pertama kayu kamper samarinda 
  • Kedua kayu kamper surabaya dan 
  • Ketiga kayu kamper kruing dari sumatera. 
Hal ini disebabkan karena kayu kamper menjadi komoditas penting penyangga perekonomian masyarakat di Indonesia. Sehingga saat ini perkebunan Tanaman kamper hampir merata di seluruh Indonesia. Mengingat manfaat perekonomian yang dihasilkan dari kayu kamper ini.

4. KAYU BENGKIRAI
Jenis-jenis kayu untuk kontruksi bangunan memiliki harga yang berbeda-beda tergantung dari tingkat kelas kayu. Salah satu jenis kayu yang lumayan kuat, awet, dan tahan cuaca adalah bengkirai. Kayu bengkirai sering digunakan untuk material konstruksi bangunan seperti atap kayu. karena kelebihannya yang kuat dan tahan lama sering dijadikan material eksterior seperti listplank, decking dan sebagainya. kayu jenis ini juga sangat diandalkan dalam penggunaannya pada outdoor karena kemampuannya yang tahan terhadap secala cuaca dalam jangkawaktu lama

Pohon Bangkirai banyak ditemukan di hutan hujan tropis di pulau Kalimantan. Jenis kayu ini berwarna kuning dan kadang agak kecoklatan, oleh karena itulah disebut yellow balau. Perbedaan antara kayu gubal dan kayu teras cukup jelas, dengan warna gubal lebih terang. Pada saat baru saja dibelah/potong, bagian kayu teras kadang terlihat coklat kemerahan.


5. KAYU MERBAU
Jenis-jenis kayu untuk konstruksi yang kuat dan tahan terhadap serangga adalah kayu merbau. Tekstur kayu yang cukup keras dan stabil dijadikan alternatif pengganti kayu jati. Kayu ini sangat cocok dijadikan penyangga dan tiang atap rumah. Di Kalimantan selatan dan di kaltim disebut kayu anglai sedangkan didaerah Maluku kayu bayam.Kayu merbau berwarna coklat kemerahan yang terkadang disertai dengan highlit kuning dan tekstur serat garisnya terputus-putus. Pohon merbau termasuk pohon hutan hujan tropis. Jenis kayu ini termasuk kayu dengan Kelas Awet I, II dan Kelas Kuat I, II. Kayu merbau biasanya difinishing dengan melamin warna gelap / tua. Merbau memi5. KAYU MERliki tekstur serat garis terputus putus. Jenis kayu ini tumbuh subur di Indonesia, terutama di pulau Irian / Papua. Kayu ini juga tergolong mahal karena nyaris tidak memiliki kelemahan. Kayu merbau biasanya di finishing dengan melamin warna gelap.

6. KAYU ULIN
kayu Ulin merupakan jenis kayu untuk konstruksi bangunan yang terkenal sangat kuat. Pohon ulin ini tumbuh subur di kalimantan. material alam ini banyak digunakan untuk bahan bangunan rumah, kantor, gedung, serta bangunan lain. Pohon ulin termasuk jenis pohon besar yang tingginya dapat mencapai 50 m dengan diameter samapi 120 cm, tumbuh pada dataran rendah sampai ketinggian 400 m. Kayu Ulin berwarna gelap dan tahan terhadap air laut.
Kayu ulin banyak digunakan sebagai konstruksi bangunan berupa tiang pancang, sirap (atap kayu), papan lantai,kosen, bahan untuk banguan jembatan, bantalan kereta api dan kegunaan lain yang memerlukan sifat-sifat khusus awet dan kuat. Kayu ulin termasuk kayu kelas kuat I dan Kelas Awet I.

7.KAYU GELAM
Jenis-jenis kayu untuk konstruksi bangunan lainnya adalah kayu gelam. Material alam ini sering digunakan pada proyek-proyek rumah, kayu bakar, pagar, dan tiang-tiang sementara. Selain itu juga sering digunakan sebagai stager atau perancah saat pelaksanaan proyek. Pada beberapa daerah jenis kayu ini digunakan untuk cerucuk pada pekerjaan sungai dan jembaran.

8. KAYU MERANTI
kayu meranti merah merupakan jenis kayu keras yang mempunyai warna merah muda tua hingga merah muda pucat. Jenis kayu ini bertektur tidak terlalu halus. bahan alam ini sering digunakan untuk membuat multiplek yang sering digunakan untuk bekisting. Pohon meranti sangat mudah ditemui di hutan di pulau Kalimantan. kayu meranti terbagi menjadi 2 jenis yakni :
  1. kayu meranti merah tua
  2. kayu meranti merah muda
Namun, keduanya sama kok jikalau dilihat dari segi kualitas dan kekuatannya. namum kayu meranti sangat tidak dianjurkan penggunaannya dalam luar ruangan karena kemampuannya yang jelek jika terkena air.

9. KAYU AKASIA
Kayu akasia adalah jenis kayu untuk konstruksi bangunan yang mempunyai nama lain acacia mangium dengan berat jenis 0,75 sehingga pori-pori dan seratnya cukup rapat. Kelas awetnya II, yang berarti mampu bertahan sampai 20 tahun keatas, bila diolah dengan baik. Kelas kuatnya II-I, yang berarti mampu menahan lentur diatas 1100 kg/cm2 dan mengantisipasi kuat desak diatas 650 kg/cm2. Berdasarkan sifat kembang susut kayu yang kecil, daya retaknya rendah, kekerasannya sedang dan bertekstur agak kasar serta berserat lurus berpadu, maka jenis kayu ini mempunyai sifat pengerjaan mudah, sehingga banyak diminati untuk digunakan sebagai bahan konstruksi maupun bahan meibel-furnitur. 

10. KAYU KOROMANDEL
Nama lain KAYU JENIS INI ADALAH adalah: “eboni”,kayu hitam atau kayu arang. Warnanya unggu dengan garis-garis hitam memanjang. Pohon ini banyak terdapat di Sulawesi dan kepulauan Maluku. Kekuatan kayu maupun keawetan kayu termaksut klas 1dan b.j. rata-rata 1.05. seratnya dapat di katakana lurus, kayunya baik guna pembuatan mebel atau perabot rumah-tangga benda-benda kerajinan yang dibubut,dan patung.

11. KAYU BEDARUKayu jenis ini di Kalimantan dan riau disebut,juga bedaru,di Palembang : garu-buaya dan sumatera barat dan Bengkulu : tusam. Warnanya merah-muda kekuning-kuningan.kekuatan dan keawetan termaksut klas 1, dan b.j. rata-rata 1,04. Sangat baik, guna pembuatan konstuksi kayu yang berat dan yang membutuhkan keawetan.

12. KAYU TEMPINIS
Di Malaysia disebut :kapinis atau tanpinis dan di sumut [batak]:damuli .warna kayu coklat. Kekuatan kayu dan keawetanya termaksut klas 1 dan b.j. rata-rata 1,01. Sangat baik untuk bahan pembuatan konstruksi yang berat dan awet. Kayu yang pendek dapat di buat untuk tangkai perkakas dan rumah-ketam-tanggan.

13. KAYU LARAWarna kayu unggu-tua. Di Maluku di sebut:kayu-lara atau kayu-nani. Di Sulawesi disebut: kayu-lara,juga momusi ,motutu, langgara, kalunju. Kekuatan dan keawetannya termaksut klas 1 dan b.j.rata-rata 1,23. Kayunya sangat keras dan lagi berat, sehinga sukar pula dalam pengerjaanya. Sangat cocok untuk segala keperluan yang membutuhkan keawetan. Karena kayu ini tidak disukai cacing-tiang, dapat dipergunakan untuk tiang-tiang yang terendam air-asin.

14. KAYU SONOKELING
Warna kayu unggu-tua. Dan banyak terdapat dipulau jawa. Kekuatanya termasuk klas 1, dan b.j. rata-rata 0,90. Kebanyakan hanya digunakan untuk pembuatan mebel dan patung serta untuk pembuatan tangkai-pisau.

15.KAYU SAWO KECILNama ini di jawa. Di gorontalo disebut: timbualo dan di poso:komea. Warna kayu: ungu-tua. Kekuatan dan keawetan kayu tarmaksut klas 1 yang dibubut, tungkai alat perkakas dan rumah-ketam-tangan.

16.KAYU KRANJIWarna kayu coklat, kekuatanya termasuk klas 1-11,dan keawetanya termaksuk klas 1 dan b.j. rata-rata 0,93. Kayunya cukup baik untuk pekerjaan konstruksi berat.




Komentar yang baik atau diam!
EmoticonEmoticon