Selasa, 07 November 2017

Mimpi, Cita, dan Rencana dibalik ShopBack dihari Habolnas 2017

Diwaktu kecil dulu, tiap mama tanya, utop kalo udah gede mau jadi apa??
Singkat gue selalu jawab "Mau jadi pengusaha mah"!!
Entah sebenarnya darimana dasarnya ide itu bemula, karena yang terbayang menjadi seorang pengusaha adalah orang-orang yang bekerja digedung bertingkat dengan stelan jas yang dipake sehari-hari, kerja di ruangan  yang ber-AC, yang ditambah kerjanya hanya duduk didepan komputer sambil meeting sesekali waktu. (maklumlah, korban tivi anak 90an!).


Waktu semakin berlalu, detik semakin berjalan, dan kematian pun semakin mendekat. Semakin tinggi tingkat sekolah tentu semakin mengerti bahwa cita-cita yang dimaksud semasa kecil dulu ternyata adalah Menjadi seorang karyawan.
Iya, seorang karyawan, seseorang yang bekerja untuk oranglain dengan upah sesuai jabatannya, yang udah terporsi dan lebih suka terlupakan dibanding ter-ingatkan saat mereka tua nanti.

Awal lulus sekolah dulu, kerja nyata sebagai karyawan memang terlihat aduhai bagai memeluk kamu ditengah badai pasir...


Iyaaaaaaa, kamuuu...
Bagaimana tidak??
Iming-iming target penghasilan yang bisa terus melonjak seiring dengan jabatan, karir yang tak akan pernah berujung, dan masa tua yang sukses, adalah modal dasar kenapa menjadi seorang karyawan terlihat menjadi sebuah pilihan bijak dimasa sekolah dulu.
Dan satu lagi, itu adalah sebuah cita, tapi bukan cita-citata

Lagi-lagi waktu semakin berlalu, detik tak pernah perjalan kearah kiri dan sang "Einstein"pun tak pernah mampu memecahkan turunan satuan untuk waktu, yang memang menandakan waktu tak akan pernah lekang kembali kebelakang, namun cita itu tak akan pernah lekang oleh waktu.

Gak terasa, target demi target semasa sekolah dulu mulai terlewati.
Mulai dari kepengen jadi karyawan penghasilan jutaan, pengen punya ini, pengen punya itu, pengen beli ini, beliitu, nyaris saat ini sudah termiliki....
Meski masih berstatus "Hutang".
Tanpa sadar, ternyata target yang dibuat telah mencekik perlahan, bagai ular memakan mangsa yang lebih besar. Perlahan dan pasti tertelan.

Lagi-lagi gak terasa, menjadi karyawan saat ini udah menjadi sebuah keharusan. Karena cicilan terus harus dibayar dan hiduppun terus harus tetap berjalan.
Tak terasa, waktu yang tak pernah kembali itu ternyata hanya termakan oleh jabatan sebatas karyawan, tak lebih.

Dari tahun-ketahun, bulan-kebulan dan minggu-keminggu, cicilan terasa makin mencekik dan penghasilan seorang karyawan tak kunjung membaik.
Akhirnya, baru tersadari bahwa cita sebagai pengusaha haruslah tetap sebagai pengusaha, tanpa mengduplikasikan makna pengertiannya. apalagi menduplikasikan cita sebagai cita-citata.
Kali ini, sambil menjadi karyawan, target menjadi pengusaha sampingan adalah target utama yang harus dikejar dan tentunya butuh persiapan yang terus terealisasikan.

Sebenarnya menjadi pengusaha pernah dilakuin waktu kuliah dulu, dengan membuka produk cemilan lokal bernama
 @makaronibutorip singkatan Makaroni Buatan Utop Ripa (Ripa is istri saat ini).
Awalnya memang cukup terkenal diarea kampus, malah menjadi tulang punggung biaya kuliah dijaman itu.
Tapi, sekali lagi, karena dulu target utama adalah menjadi seorang karyawan, terpaksa tertinggalkan lah profesi pengusaha yang sebenarnya itu.

Sekarang, jadi karyawan ternyata memang menyita waktu, ditambah banyaknya cicilan mempersulit pengumpulan modal kerja untuk kembali menjadi seorang pengusaha yang sebenarnya.
Untungnya istri sekarang penuhwaktu jadi ibu rumah tangga yang tentunya bisa fokus jadi pengusaha kedepannya dan mulai merintis kembali @makaronibutorip.
Ide pertama yang terlintas adalah membangun kembali semangat bisnis @makaronibutorip yang dulu pudar, ditambah membuka gerai cafe kakilima mungkin bisa mengekspansikan lebih jauh bisnis ini.

Tapi bisnis itu butuh persiapan dan arah yang jelas pastinya kan!.
Beberapa persiapan  yang kudu disiapin buat membangun kembali kerajaan @butorip adalah sbb:
Dan tentunya,
karena masih berstatus karyawan aktif yang mau berhenti kerja, tapi masih banyak cicilan.
Mau tetep jadi karyawan, tapi udah kelelahan, butuh pemikiran ekstra untuk tetap buat dapur terus ngebul, cicilan tetep kebayar, belanja tetep hemat, tapi tabungan tetep terisi maksimal buat belanja kebutuhan usaha dihari HABOLNAS (Hari Belanja Nasional) tahun ini (12.12.17).

Momen  
HABOLNAS adalah momen terbaik yang gue tunggu-tunggu.
Karena dihari itu, gue bakalan ngeborong semua kebutuhan peralatan yang dibutuhin untuk membangun kembali @butorip, gue bakalan ngabisin juta-jutaan uang tabungan gue, gue bakal beli semua daftar di whislist gue, dan pastinya gue bakalan dapetin cashback dan diskon gila-gilaan juga dihari itu. Karena dihari itu, gue bakalan belanja semua kebutuhan gue itu lewat shopback yang bikin harga hemat jadi irit dan yang irit jadi makin hemat! dan tujuan akhir membuka usaha @butoripcafe pun terealisasi!!!

Sekian misi, impian, dan target gue dihari habolnas tahun ini!.
Semoga aja, lewat shopback bisa mendekatkan mimpi itu.

This Is The Newest Post

8 komentar

sonde lupa bawa butorip ka wetar ya bang!

semoga menang suami tercinta, mari kita bangun kembali butorip group!!! hehehe

mari bung...rebut kembaliiiii...!!!

butorip udah berubah nama jadi maktorip, karena ripana ges jiga emak-emak. xixixixii

pak, jangan lupa bawa yang paling pedas kekantor

Komentar yang baik atau diam!
EmoticonEmoticon