Senin, 02 Maret 2015

Cara memilih penggunaan oli pelumas yang sesuai pada alat berat, kendaraan bermotor, kompressor udara, kompresor genset, kompresor listrik, mesin genset, mesin berat, mesin diesel

Brobro, sekian lama tak jumpa sekian lama pula kita tak update nih blog bro..
kelonggaran waktu kali ini ane mau ngeshare cara memilih penggunaan oli pelumas atau minyak pelumas yang sesuai dengan jenis mesin, beban mesin, kerja mesin, suhu mesin, merek mesin, jenis bahanbakar mesin, jenis piston ganda mesin, sampe ke pemilik tuh mesih deh..
1. Pertama tama ya pastinya lo kudu punya mesin bergerak yang membutuhkan minyak pelumas
    Kenapa begitu, karena kalo lo ga punya mesin bergerak yang butuh pelumas ya jangan dikasih oli pelumas       doooong..misalnya lo punya mesin bor, mesin gergaji potong, mesin pengupil mesin2 itu kaga butuh minyak     pelumas mereka hanya butuh grease alias gemuk alias pelumas luar

2. yang kedua lo kudu tau apasih kegunaan ganti oli itu terhadap mesin??
  • Oli berfungsi sebagai pelumas mesin (lubricating), oli sebagai pelumas akan bekerja untuk meminimalisasi gesekan-gesekan antar logam (komponen mesin) sehingga gerakan mesin menjadi halus / sedikit hambatan, oli juga akan mencegah gesekan yang terlalu kasar antar komponen mesin yang bisa merusak bagian-bagian mesin. 
  • Fungsi Oli sebagai pelindung mesin, oli tidak hanya melindungi mesin dari gesekan antar komponen dalam mesin akan tetapi juga melindungi mesin dari korosi (karat), fungsi oli di sini mencegah reaksi oksidasi pada komponen-komponen mesin dan menghilangkan reaksi kimiawi logam dengan panas saat pembakaran yang bisa menyebabkan korosi komponen.
  • Fungsi oli sebagai pembersih, kotoran dapat masuk melalui sela-sela ring dan terjadi sisa pembakaran mesin yang menghasilkan kerak, kerak atau kotoran tersebut akan dilarutkan oleh oli (pelarut kotoran) atau bercampur dengan oli yang selanjutnya akan dibuang bersama oli saat pergantian oli mesin.
  • Fungsi oli sebagai pendingin mesin, panas yang terjadi akibat pembakaran pada ruang bakar akan merambat ke dalam mesin, selain itu panas akibat gesekan antar komponen dalam mesin juga menambah suhu di dalam mesin. Oli sebagai pendingin akan mengalir pada permukaan komponen-komponen dalam mesin untuk selanjutnya membawa panas tersebut ke penampungan oli untuk selanjutnya panas akan dibuang bersama udara yang mengaliri tempat penampungan oli. Sebagai pendingin oli sangat berperan besar dalam menjaga komponen mobil dalam performa yang baik, panas yang terlalu tinggi (over heat) akan merusak komponen-komponen dalam mesin yang secara kimiawi dapat merusak ikatan logam dan secara fisikawi dapat menyebabkan pemuaian pada komponen mesin
 Nahh cara gampang ingetnya kondom aja dikasih pelumas biar lancar keluarmasuknya masa mesin kaga..

3. Ketiga lo kudu tau beberapa jenis oli alias maksud angka dan huruf pada spesifikasi oli
,                      
jangan cuma tau oli jenis 10w artinya encer oli 40w artinya kentel, dasar "hajilulung" #savehajilulung
contoh kekentalan oli
API Standart Kualitas Oli 
"American Petroleum Institute" atau disingkat API merupakan kode standart untuk menentukan karakteristik tertentu (kualitas) oli, kode API terdiri dari dua alfabet (huruf) yang terletak dibelakang kode "API" misalnya "API SG" atau "API CH". Pada kode huruf pertama menandakan penggunaan oli pada mesin bensin atau mesin diesel, pada mesin bensin menggunakan kode "S" misalnya API SL sedangkan pada mesin diesel menggunakan kode "C" contohnya API CG.
Pada kode huruf ke 2 menandakan karakter/ kualitas terbaru dari Oli, misalnya API SJ merupakan jenis oli lebih baru (biasanya lebih baik) dari API SG. Semakin baru Oli maka kode huruf ke dua semakin jauh dari huruf A atau mendekati huruf Z, pada mobil-mobil terbaru mesin bensin keluaran tahun 2010 akan memakai Oli dengan kualitas API SN dan tidak bisa di isi dengan oli dengan kode kualitas SG karena akan berpengaruh pada komponen dalam mesin yang sudah dirancang menggunakan oli dengan kode kualitas SN, sedangkan untuk mobil tahun 1990an biasanya memakai kode API SG atau API SH dan tidak bisa di isi dengan Oli berkode API SN karena mesin telah dirancang memakai oli SG dengan derajat kekentalan tertentu. sebagai catatan biasanya semakin baru mobil maka akan meminta kode API yang semakin mendekati Z.
 
Kode API Oli beserta penggunaannya pada mesin mobil
Mobil mesin bensin 
  • API SN : (jenis terakhir sampai saat ini) menggunakan teknologi Nano guard untuk melindungi bagian tersempit dari mesin. Digunakan untuk mesin tahun 2012 atau sebelumnya 
  • API SM : Diperkenalkan pada 2004. Oli ini didesain untuk memberikan resistensi oksidasi yang lebih baik, menjaga temperatur, perlindungan lebih baik terhadap keausan, dan mengontrol deposit lebih baik. digunakan untuk mesin sesudah tahun 2004. 
  • API SL : Dirancang untuk menjaga temperatur dan Energy Conserving. Untuk mesin generasi 2004 atau sebelumnya 
  • API SJ : Diperkenalkan untuk mesin generasi 2001 atau lebih tua 
  • API SH : Digunakan untuk mesin tahun 1996 dan sebelumnya 
  • API SG : Digunakan untuk mesin tahun 1993 dan sebelumnya 
  • API SF : Digunakan untuk mesin tahun 1988 dan sebelumnya
 
Mobil Mesin Diesel 
  • API CJ-4 : Dipakai untuk tahun 2006 dan sesudahnya. Digunakan untuk mesin high speed, mesin 4-langkah yang didesain untuk memenuhi memenuhi standar emisi tahun 2007. Oli dengan kategori API CJ-4 memiliki kriteria performa lebih baik daripada Jenis API CI-4 dengan CI-4 PLUS, CI-4, CH-4, CG-4 dan CF-4. 
  • API CI-4 : Digunakan untuk mesin diesel tahun 2002 dan sesudahnya. Digunakan pada mesin high speed, four stroke engines yang didesain untuk memenuhi memenuhi standar emisi tahun 2004. Bisa menggantikan oli CD, CE, CF-4, CG-4 dan CH-4. 
  • API CH-4 : Digunakan untuk mesin diesel tahun 1998 dan sesudahnya. Oli ini untuk mesin high speed, four stroke engines yang didesain untuk memenuhi memenuhi standar emisi tahun 1998. Bisa digunakan pada oli CD, CE, CF-4, dan CG-4. 
  • API CG-4 : Diperkenalkan sejak 1995. Untuk mesin kinerja sedang, high speed, four stroke engines. Digunakan untuk mesin yang meminta kandungan belerang/sulfur kurang 0.5%. Cocok untuk standar emisi 1994 Bisa dipakai pada oli CD, CE, dan CF-4. 
  • API CF-4 : Digunakan untuk mesin high speed, four stroke engines, naturally aspirated dan mesin turbocharger. Biasa digunakan untuk pengganti oli CD dan CE. 
  • API CF-2 : Digunakan untuk mesin kinerja sedang, two stroke engines. Bisa dipakai pada oli CD-II. 
  • API CF : Digunakan Untuk 1994 dan sesudahnya, Oli ini untuk mesin off road, indirect injected dan dapat menggantikan oli kode CD.
Selanjutnya lo kudu tau apa itu kekntalan alias viskositas yang pengaruhnya kemesin sob

Ada dua cara untuk mengetahui tingkat viskositas oli, yaitu single grade dan multi grade.
SAE 30 merupakan contoh dari single grade. Ini berarti organisasi yang disebut Society of Automotive Engineers (SAE) melakukan percobaan kepada oli di dalam tabung yang sudah distandarisasi dan diukur waktu yang diperlukan oleh benda pengukur yang dimasukkan ke dalam oli lalu bergerak dari ujung ke ujung tabung dalam waktu detik. Nilai viskositas merupakan angka dalam detik yang dibulatkan menjadi kelipatan sepuluh. Jadi SAE 30 berarti oli membutuhkan waktu sekitar 30 detik untuk mengalir melewati tabung percobaan.dan percobaan ini biasanya disebut dengan uji bola jatuh artinya semakin cepat bola jatuh maka kekentalan olo semakin kecil alias encer sob dan sebakilnya


Teknik uji bola jatuh untuk pengukuran kekentalan
Tingkat daya tahan oli terhadap suhu ini dinyatakan dalam Society of Automotive Engineers (SAE), misalnya pada kemasan tertulis SAE 5W-40 ini berarti tanda 5W (Winter) bahwa pada suhu rendah (dingin) oli akan tetap memiliki kekentalan 5 dan pada suhu tinggi (panas) oli akan berada pada tingkat kekentalan 40, begitu pula dengan kode 15W-50 maka pada suhu terendah oli akan memiliki derajat kekentalan sebesar 15 dan pada suhu tertinggi oli memiliki tingkat kekentalan 50. Semakin kecil jarak kekentalan oli maka semakin baik kualitas oli tersebut misalnya SAE 5W-30 akan lebih baik dari kode SAE 5W-40. 
Sangat disayangkan, bahwa oli berubah tingkat viskositasnya ketika mendapat panas dan single viscosity rating hanya memberikan gambaran aliran oli ketika memanas. Bagaimana jika kita perlu menghidupkan mesin di daerah yang dingin misalnya saat musim salju? Maka oli jelas akan mengalir lebih lambat, jadi cold viscosity rating juga perlu. Multi grade rating memberikan kita informasi keduanya, viskositas ketika panas dan dingin. Untuk oli 10W-30, 30 sama artinya dengan SAE 30 untuk oli yang panas, tetapi 10W merupakan viskositas ketika oli tersebut dingin, ini menurut standarisasi yang dikembangkan oleh SAE untuk penggunaan oli saat musim salju. Dan itu lah maksud dari huruf “W” yaitu untuk kata winter
Semakin rendah suhu udara di luar (tempat yang dingin) maka dibutuhkan oli yang lebih encer atau dengan kode 5W, seperti negara dingin perancis biasanya memakai oli dengan kode 5W. Semakin panas cuaca/ suhu udara di luar maka dibutuhkan oli dengan tingkat kekentalan yang lebih tinggi, seperti Indonesia akan lebih baik untuk menggunakan kode SAE 15W-30. Pemakaian kekentalan yang tidak sesuai dengan suhu suatu negara akan menyebabkan oli tidak bisa bekerja, misalnya Indonesia menggunakan kode SAE 5W-40 maka oli akan sangat encer sehingga tidak mampu melakukan tugas lumbrikasi dengan baik, begitu pula sebaliknya jika pada negara dengan cuaca ekstrim dingin menggunakan kode SAE 15W maka oli akan sangat kental pada saat udara dingin sehingga oli tidak dapat mengalir pada ruang-ruang antar komponen mesin).
Kode SAE yang cocok digunakan untuk beberapa negara dengan iklim yang berbeda:
SAE 5W-30 : digunakan untuk negara beriklim dingin seperti Perancis
SAE 10W-35 : digunakan untuk negara beriklim sedang seperti Australia
SAE 15W-30 sampai SAE 15W-50 : digunakan untuk negara dengan iklim panas seperti Indonesia.
Suhu yang pas buat ganti oli dan buang mani. lohkok??
kalo diiurutin nih kekentalan olinya SAE 10 adalah minyak pelumas encer banget
SAE 20 adalah minyak pelumas lumayan encer
SAE 30 adalah minyak pelumas lumayan kentel
SAE 40 adalah minyak pelumas kentel juga
SAE 50 adalah minyak pelumas kentel bangeet
Ibarat air mani sob adalah pelumas yang semakin lama tidak dikeluarkan semakin kentalll dan semakin dikeluarkan semakin encerrrr..

Simpelnya kalau mesin kita sering gunakan di dataran tinggi dieng ya butuh spek kode depan yang lebih kecil tentu, biar bisa bertahan di suhu paling dingin. dan kalo mesin kita bekerja di gurun pasir pastinya kita butuh mesin dengan tingkat penguapan yang kecil artinya kita butuh oli jenis kental dan artinya pula kita butuh angka belakang paling tinggi (semakin kental =semakin sulit menguap)(oli dipanaskan/digunakan = kekentalan mengecil=mencair)


4. Mesti tau kapan jadwal ganti oli dan kapan jadwal buang mani???lohkok??
Jadi kalo pengen mesin lopade agar tetap sehat, kudu dicek mulu warna olinya mamen lo boleh cemas ketika oli berubah menjadi kotor, bau tak sedap dan berbuih karena itu akan menyebabkan endapan di dalam mesin. Kemudian anda mengangkat tongkat pengukur oli dan memeriksa warna oli dari ujung tongkat tersebut. Kemungkinan yang ada, oli berubah menjadi gelap, tidak lagi berwarna cerah seperti saat oli tersebut masih baru. Itu berarti sudah menjadi kotor untuk digunakan bukan? Ada endapan di dalam mesin dan harus segera diganti.
Dulu hampir semua pembuat kendaraan merekomendasikan sebaiknya oli kendaraan diganti setiap 5000 km. penggunaan oli melebihi ketentuan tersebut akan menimbulkan endapan, yang mana tidak hanya dapat menurunkan performa tetapi dapat menjadikan part-part mesin dalam keadaan bahaya. Ini tidaklah lagi benar. Oli dengan deterjen dan additive modern, dapat meningkatkan kemampuan viskositas oli dan dapat menjalankan fungsinya hingga 12000 km baru perlu diganti. Namun anda masih akan sering mendengar bahwa perlu penggantian oli setiap 5000 km terutama oleh orang-orang yang menjual oli. Tidak sedikit pengguna yang memecahkan mitos ini, menyatakan bahwa penggunaan aman hingga di atas 5000km keculai anda membawa kendaraan di bawah kondisi yang tidak lazim seperti mengemudi stop and go di kemacetan, tidak sampai 12000 km mengganti oli adalah baik untuk mesin anda.
Additive ini sudah ditambahkan sebelum anda membeli oli untuk meningkatkan nilai viskositasnya sehingga oli memiliki range temperature yang menyebabkan oli dapat mengalir dengan baik di dalam mesin dan di berikan additive detergent sehingga dapat menjaga mesin anda bebas dari endapan. Kebanyakan juga termasuk additive yang mencegah korosi dari karat dan menjaga permukaan metal.
Dengan kesemua additive yang telah dimasukkan di dalam oli jika ditambahkan lebih banyak lagi additive maka akan mencairkan apa yang sudah ada dan mengurangi keefektifan oli. Lihat manual kendaraan anda apakah diperlukan additive khusus, tetapi ini sepertinya jarang kecuali untuk mesin-mesin exotic high-performance.
Kembali tahun 1970 ketika oli sintetis (oli yang tidak berasal dari minyak tetapi dari bahan kimia seperti polyalphaolefins) pertama kali menjadi popular, tetapi oli ini tidaklah berfungsi baik dengan seal dan gasket di dalam mesin mobil. Oli ini membuat seal menyusut yang mana oli berbahan dasar minyak tidak melakukan ini, dan menyebabkan banyak oli berceceran keluar secara misterius di tempat anda parkir. Beberapa orang tetap takut menggunakan oli sintetis ini yang dapat menyebabkan kebocoran dan mereka melanjutkan menggunakan oli yang berasal dari minyak.
Ketakutan ini sebenarnya tidaklah terbukti. Pabrik pembuat oli telah lama mempelajari dan meriset ulang formula oli sintetis nya sehingga tidak menyebabkan seal-seal mesin menyusut. Tetap ada kemungkinan oli sintetis ini menyebabkan kebocoran apabila digunakan pada mesin mobil tua yang sudah bertahun-tahun menggunakan oli berbahan dasar minyak. Oli sintetis dapat membersihkan endapan yang dulunya menutupi retakan atau celah di seal-seal mesin yang selama ini mencegah kebocoran dan sudah berada disitu dalam waktu yang lama. Masalah ini mungkin tidak akan terjadi pada mobil keluaran baru, tetapi bila anda menggunakan mobil katakan yang umurnya lebih dari 15-20 tahun yang lalu sebaiknya tidak tiba-tiba merubah keputusan menggantinya menggunakan oli sintetis.
Jadi jangan malumaluin lagi ya kalo udah baca nih artikel
jangan mau disuruh ganti oli padahal seminggu yang lalu baru buang mani,
lohkok?/(*&%%^

Komentar yang baik atau diam!
EmoticonEmoticon