Sabtu, 14 Juli 2012

Prasyarat perumahan subsidi 100jutaan


Beberapa Bank Penyedia program KPR subsidi atau fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) akan bertambah menjadi lima. hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz yang menyatakan target rumah yang akan dibiayai oleh program FLPP ini mencapai 200 ribu unit lebih, naik dari target semula 160 ribu unit.
“Subsidinya sekarang turun dari 65% menjadi 50%. Selisihnya kita pakai untuk menambah rumah yang mendapat fasilitas kredit jangka panjang,” jelas Djan di Hotel Gran Kemang, Jakarta, Rabu (29/2/2012).




Berikut 5 bank yang ikut program FLPP:
  1. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI)
    PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI)
  2. PT Bank Mandiri Tbk
  3. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI)
  4. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN)
  5. BRI Syariah
“Jadi jumlah banknya sudah bertambah satu, yang baru adalah BRI Syariah,” jelas Djan.
Menurutnya berdasarkan data yang ada, penyaluran FLPP tahun 2011 mencapai Rp 3,7 Triliun dengan jumlah 109.592 unit dan meningkat sangat tinggi dibandingkan tahun 2010 yang hanya mencapai Rp 242 miliar dengan jumlah 7.959 unit.
Ia mengatakan BTN menyalurkan 99,8% dari jumlah unit atau sebesar 93,5% dari total nilai penyaluran FLPP. Tahun ini BTN menargetkan penyaluran kredit rumah subsidi 120.000 unit.
Namun secara keseluruhan selama periode 2010-2011 bank peserta FLPP telah menyalurkan KPR FLPP sebanyak 120.814 unit senilai Rp 4,05 triliun. Penyaluran KPR FLPP terbanyak di Pulau Jawa dengan jumlah 81.375 unit dengan nilai Rp 2,72 triliun.
Sebelumnya bank-bank penyalur FLPP memang telah sepakat menurunkan bunga KPR subsidi menjadi 7,25% dari sebelumnya berada di level 8,15-8,5%, dengan nilai KPR Rp 50-80 juta, dan bunga 9,25-9,9% untuk KPR susun dengan nilai Rp 90-135 juta.
Untuk tahun ini syarat uang muka atau DP yang harus dikeluarkan oleh nasabah yang mengajukan FLPP adalah Rp 7,615 juta dengan rincian:
  • Uang muka 20%: +-20 juta
  • Angsuran pertama: Rp 575.104
  • Administrasi: Rp 250 ribu
  • Appraisal: Rp 0
  • Provisi: Rp 315 ribu
  • Asuransi Kebakaran: Rp 0
  • Asuransi Jiwa: Rp 0
Jumlah angsuran diturunkan dari Rp 626.525 per bulan menjadi Rp 575.104 per bulan di 2012. Sebelumnya FLPP tahun sebelumnya mengenakan biaya asuransi kebakaran dan asuransi jiwa.
Target pengucuran FLPP di 2012 ini adalah membiayai 211.534 unit dengan nilai Rp 8,671 triliun. Syarat gaji nasabah yang berhak ikut program ini untuk rumah tapak (landed house) dalam rentang Rp 3,5 juta/bulan, sementara rumah susun adalah Rp 5,5 juta/bulan.
dan untuk perumahannya ada dimana aja sepertinya kumpul-bacaan udah nyari dimana dimana belum dapet nih sob,
pokoknya cirinya pasti ada angsuran <1jt/blnnya dengan jangka waktu 15 tahun dan pastinya ada katakata subsidi seperti contoh perumahan ini

Komentar yang baik atau diam!
EmoticonEmoticon